Apa yang sedang anda tunggu? Datangnya promosi di pekerjaan anda? Kontrak-kontrak baru? Sebuah rumah baru? Mobil baru dari BCA? Or maybe the latest cellphone? Paling tidak saya percaya saudara sedang atau pernah menunggu sesuatu, mungkin juga bukan dalam hal material, tetapi seorang pangeran berkuda putih atau saudara pasti tahukan rasanya waktu berdiri di depan pintu toilet sambil berteriak dan menggedor-gedor pintu karena perut anda sudah jungkir-balik sana-sini, sangat menjengkelkan bukan ? Pendek kata, menunggu bukanlah kegiatan yang menyenangkan. Melihat kembali ke belakang sampai hari ini, sudah banyak hal yang saya  tunggu, sebagian sudah terjadi tapi masih banyak yang belum.

Di dalam dunia ini ada banyak ukuran waktu, dan seringkali kita terjebak diantaranya. Satu abad, 17 tahun, 24 jam, 3 detik. Adapula waktu menanam, waktu menuai, waktu tertawa, waktu menangis, waktu musim durian, waktu bunga lili bermekaran.

Seringkali kita mengukur waktu kita untuk menunggu dengan ukuran waktu yang pertama dibandingkan dengan yang kedua, dengan tolak ukurnya adalah kita sendiri. Jadi waktu kita mengeluh pada Tuhan, kenapa kok sudah umur 40 tahun belum menikah, Tuhan bilang TUNGGU SAMPAI KAMU CUKUP BISA MENGAMPUNI.

Waktu kita mengeluh, sudah bekerja bertahun-tahun tapi kenapa tidak bisa berhasil.

Tuhan bilang TUNGGU SAMPAI KAMU SUDAH CUKUP BISA JUJUR.

Ketika kita sudah diambang batas kesabaran kita untuk menunggu, waktu yang kita rasa sudah terlalu lama, ingatlah untuk melihat kembali kepada diri kita sendiri, karena kita sendiri yang menentukan waktu itu akan datang atau tidak. Ukuran yang diberikan Tuhan kepada kita tidak sama, bagian saya tidak sama dengan bagian saudara, walaupun mungkin kita menunggu hal yang sama. Rencana Tuhan berbeda bagi tiap-tiap orang.

Kalau apa yang sekarang anda tunggu, saudara percaya bahwa itu adalah rencana Tuhan, jangan terjebak pada berapa LAMA itu akan terjadi. Tapi nantikanlah dengan mengkoreksi diri apa yang sebenarnya Tuhan ingin anda lakukan sebelum semuanya terjadi. TUNGGULAH SAMPAI ANDA SUDAH CUKUP….

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.